Keris Kyai Carubuk adalah mahakarya ketiga dari Mpu Supa Madrangi selain
Keris Kyai Sangkelat dan Keris Kyai Nagasasra. Keris ini juga merupakan
peninggalan Mahapahit.
Dalam satu legenda dikisahkan, Kanjeng Sunan Kalijaga meminta tolong kepada
Mpu Supa Mandragi untuk dibuatkan sebuah keris coten-sembelih (untuk
menyembelih kambing). Sunan Kaljaga memberikan besi yang ukurannya sebesar biji
asam jawa sebagai bahan pembuatan keris kepada Mpu Supa Mandrangi.
Mengetahui
besarnya calon besi tersebut, Empu Supa sedikit terkejut. Namun setelah Mpu
Supa menerima besi tersebut dari Kanjeng Sunan Kalijaga, Ia berkata “besi ini
bobotnya berat sekali, tak seimbang dengan besar wujudnya dan tidak yakin
apakah cukup untuk dibuat keris”. Lalu Sunan Kalijaga berkata “besi itu tidak
hanya sebesar biji asam jawa tetapi besarnya seperti gunung”. Karena ampuhnya
perkataan Kanjeng Sunan Kalijaga, pada waktu itu juga besi yang sebesar biji
asam jawa tersebut menjelma menjadi sebesar gunung. Hati empu Supa menjadi
gugup, karena mengetahui bahwa Kanjeng Sunan Kalijaga memang benar-benar wali
yang dikasihi oleh Sang Pencipta Kehidupan, yang bebas mencipta apapun.
Lantaran itu, empu Supa berlutut dan takut.
Ringkas cerita, besipun kemudian dikerjakan oleh Mpu Supa Mandrangi. Tidak
lama kemudian, jadilah sebilah keris, kemudian Mpu Supa Mandrangi menyerahkan
keris tersebut kepada Kanjeng Sunan Kalijaga. Begitu melihat bentuk kerisnya,
Kanjeng Sunan Kalijaga menjadi kaget karena hasil kejadian keris itu berbeda
jauh sekali dengan yang dimaksudkan. Semula ia bermaksud meminta dibuatkan
keris untuk menyembelih kambing, ternyata yang dihasilkan adalah keris Jawa
(baca Nusantara) asli Majapahit, luk tujuhbelas. Begitu mengetahui keindahan
keris, perasaan Kanjeng Sunan Kalijaga tersentuh, oleh karena itu mengamatinya
sempai puas tidak bosan-bosannya. Kemudian ia berkata sambil tertawa dan memuji
keindahan keris itu.
Kemudian Kanjeng Sunan Kaljaga memberikan besi sebesar biji kemiri kepada
Mpu Supa Mandrangi dan meminta Mpu Supa Mandrangi untuk membuatkannya sebilah
keris lagi. Lalu Empu Supa mengerjakannya, dan setelah dikerjakan, jadilah
sebilah keris mirip pedang suduk (seperti golok atau belati). Kemudian Mpu Supa
Mandrangi menyerahkan keris tersebut kepada Kanjeng Sunan Kaljaga. Begitu
mengetahui wujud keris yang dihasilkan, Kanjeng Sunan Kalijaga sangat senang
hatinya dan menamai keris tersebut dengan nama “Keris Kyai Carubuk”.
Kemudian para mpu pun mulai membuat keris sejenis, berikut ini adalah keris carubuk yang mengikuti pakem keris carubuk, estimasi masa majapahit.
Warangka dan handle dari Gaharu wangi
Pamor ceprat, ceprit
Besi di tempa matang
Kondisi masih relatif utuh dan pantas menjadi koleksi
Pasikutan berwibawa,...
Sertifikat : TMII
Status : Termahar